Analisis Faktor Konfirmatori dengan SPSS

Analisis faktor konfirmatori adalah sebuah metode statistik yang digunakan untuk menggambarkan variabilitas diantara variabel-variabel yang secara potensial dapat mengelompok menjadi jumlah kelompok yang disebut dengan faktor. Software yang paling sering belakangan ini untuk menghitung analisis faktor konfirmatori adalah SPSS, Lisrel atau Amos. Sebagai contoh misalnya kita memiliki 20 set indikator atau item pertanyaan. 20 set item pertanyaan tersebut dapat dikelompokkan menjadi kelompok yang lebih sedikit misalnya menjadi 4 kelompok.

Pada awalnya analisis faktor konfirmatori dikembangkan di bidang psikometri. namun, dewasa ini analisis faktor telah luas digunakan di berbagai bidang keilmuan seperti ilmu-ilmu sosial, ilmu perilaku, ilmu marketing, dan berbagai keilmuan yang sering melibatkan banyak indikator-indikator sehingga diperlukan untuk menyederhanakan hanya menjadi beberapa faktor. Memang analisis faktor sangat berguna bagi permasalahan penelitian dimana kita dihadapkan kepada banyak set indikator/ pertanyaan/ variabel. Untuk menghadapi kondisi tersebut maka analisis faktor sangat membantu. Terlebih analisis faktor pun dapat mengkonfirmasi apakah item-item yang masuk ke dalam faktor sudah cocok dengan model teoritis atau tidak.

Analisis faktor konfirmatori juga dapat digunakan untuk menguji validitas dan reliabilitas item-item pertanyaan yang dibuat oleh peneliti. Setiap item pertanyaan akan diketahui berapa faktor loading-nya dan apakah item tersebut sudah cocok dikelompokkan ke dalam latent variabel yang sama. Analisis faktor konfirmatori akan mencocokan model indikator terhadap model laten dari sebuah model laten. Oleh sebab itu, analisis faktor konfirmatori biasanya digunakan terlebih dahulu sebelum dilakukan analisis model struktural (Structural Equation Modelling). Kemampuannya dalam memproduksi nilai skor untuk variabel laten membuat analisis faktor konfirmatori banyak digunakan untuk membantu analisis regresi yang memiliki beberapa indikator. Misalkan dalam variabel pengeluaran atau konsumsi, kita dihadapkan pada lebih dari satu indikator. Bagaimana mereduksi berbagai macam variabel ini tanpa mengurangi informasi yang ada, maka analisis faktor konfirmatori solusinya.

Bagaimana mekanisme analisis faktor konfirmatori mengelompokkan sekian set item menjadi kelompok yang lebih kecil? Hal itu dilakukan berdasarkan variabilitas antar item itu sendiri. Secara matematis, hubungan antara item dalam satu faktor dimodelkan dalam bentuk fungsi persamaan linier. Secara perhitungan, tekniknya adalah dengan menggunakan matrik kemiripan nilai varians. Sekali lagi, analisis faktor konfirmatori bertujuan untuk mereduksi jumlah set pertanyaan yang banyak menjadi kelompok yang lebih sedikit dengan tanpa kehilangan kandungan informasinya.

Analisis faktor konfirmatori memiliki kemiripan dengan beberapa teknik analisis statistik lain diantaranya adalah Analisis Komponen Utama (principal component analysis), Analisis Klaster (claster analysis) dan Analisis Regresi (regression analysis). Dibandingkan dengan analisis Komponen Utama, analisis faktor konfirmatori memiliki kesamaan dalam hal mereduksi sekian set item indikator/pertanyaan menjadi beberapa kelompok/faktor. Perbedaan keduanya terletak pada analisis komponen utama adalah analisis deskriptif, outcome nya hanya berupa skor dari beberapa kelompok tanpa melakukan konfirmasi. sementara analisisi faktor konfirmatori bersifat statistik inferensial, yaitu melakukan konfirmasi apakah kelompok yang terbentuk sudah sesuai dengan laten variabel atau tidak. Lebih jauh lagi menjelaskan berapa gap/ error diantara keduanya. Analisis faktor konfirmatori dibandingkan dengan analisis klaster memiliki kemiripan dalam hal mengelompokkan sekian banyak observasi menjadi beberapa klaster / kelompok observasi. Perbedaannya yang dikelompokkan adalah subjek penelitian /unit analisis/responden. Bukan item pertanyaan/indikator/varibel. Analisis faktor konfirmatori dibandingkan dengan analisis regresi memiliki kemiripan dalam hal penggunaan model persamaan linier. keduanya sama-sama menggunakan funsi persamaan linier untuk menjelaskan hubungan antara indikator/pertanyaan/variabel. Perbedaannya terletak pada Jumlah modelnya. Analisis faktor akan menghasilkan beberapa model tergantung kepada jumlah faktor yang terbentuk. Sementara analisis faktor konfirmatori hanya akan menghasilkan satu model yang akan diuji kelayakannya.

http://en.wikipedia.org/wiki/Factor_analysis

http://www.statsoft.com/Textbook/Principal-Components-Factor-Analysis

Ayat HIdayat Huang

Lecturer of Statistics and Research Methodology in Jakarta, Indonesia
Ayat HIdayat Huang

Latest posts by Ayat HIdayat Huang (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*