Uji Validitas Kuesioner

Uji validitas adalah sebuah ukuran yang mana sebuah alat ukur dapat mengukur apa yang ungin diukur. Ada tiga tipe validitas yang mana adalah:

1. Validitas isi

Ketika sebuah uji memiliki validitas isi, maka item-item yang dibuat seharusnya sudah mewakili semua indikator yang mungkin. item-item pertanyaan yang dibuat secara individual memungkinkan menarik item-item yang lebih luas. Dalam beberapa contoh dimana sebuah alat test digunakan untuk mengukur bakat seseorang, maka alat test tersebut akan sulit untuk didefinisikan, Sebuah judgement dari seorang ahli mungkin dapat memberikan penilaian relevasi item-item pertanyaan yang dibuat.
2. Validitas yang berhubungan dengan kriteria (criterion related validity)

Sebuah alat ukur dikatakan dapat diukur dengan uji validitas dengan kriteria jika mampu mengukur keefektifannya dalam mengukur kriteria-kriteria atau indikator-indikator yang telah ditetapkan. Pada uji validitas jenis ini sebuah pengukuran atau prosedur akan diukur dengan nilai yang sudah terbukti valid atau kenyataan di lapangan. Sebagai contoh adalah uji validitas mengenai test tertulis mengenai mengemudi, test tertulis ini dapat dikatakan valid jika memang di lapangan subjek penelitian mampu mengemudikan kendaraan dengan benar.

Uji validitas dengan kriteria dapat dibedakan menjadi dua kelompok.

a. Concurrent validity

Adalah sebuah uji validitas dimana kriteria-kriteria diukur bersamaan dengan skor test. Sebagai contoh adalah pengujian tingkat depresi, sebuah test dikatakan memiliki concurrent validity jika itu mengukur tingkat depresi yang sedang dialami oleh pengambil test depresi tersebut. Secara singkat dapat dikatakan bahwa pengukuran dilakukan pada waktu bersamaan dengan apa yang ingin diukur.

b. Predictive validity

Adalah terjadi ketika kriteria-kriteria yang diukur diperoleh setelah pengujian. Sebagai contoh adalah aptitude test, yang mana membantu mengukur kemungkinan seseorang apakah akan sukses pada bidang atau pekerjaan tertentu. Peneliti hanya akan mengetahui setelah subjek penelitian menjalani pekerjaan mereka.
3. Validitas Konstruk

Sebuah uji validitas dikatakan memiliki validitas kontruk jika mampu mengukur hubungan antara skor uji dengan prediksi dari nilai teoritisnya. ujivaliditas konstruk mengukur kesesuaian antara konsep teoritis dengan item-item pengukuran yang lebih spesifik untuk mengukur konstruk tersebut. Test kecerdasan adalah salah satu contoh yang diapat diuji dengan uji validitas konstruk. Peneliti yang melakukan pengukuruan kecerdasan perlu mendefinisikan mengenai kecerdasan kemudian membuat ukuran-ukuran spesifik yang dapat mengukur kecerdasan seseorang.

Ayat HIdayat Huang

Lecturer of Statistics and Research Methodology in Jakarta, Indonesia
Ayat HIdayat Huang

Latest posts by Ayat HIdayat Huang (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*